WE X Suji Mini Roaster : Made in Indonesia?

Pertama kali melihat bentuk WE X Suji Mini Roaster besutan William Edison, saya langsung terkesima. Bukan apa-apa, kualitasnya terlihat bagus sekali walaupun hanya bisa mengagumi melalui layar komputer. Tingkat presisinya bisa dibilang jauh lebih baik dari mesin sangrai W600i yang juga buatan William. Tentu teman-teman tahu mesin sangrai yang saya maksud. Ini dia:

WE X Suji Mini Roaster.. atau bukan?

Sudah pernah lihat kan? Sebenarnya gambar di atas sedikit menjebak karena itu bukan gambar WE X Suji Mini Roaster. Gambar di atas adalah Yang Chia 100N yang jelas bukan buatan Indonesia karena aksara yang dipakai di tautan website tersebut serupa dengan yang diteriakkan Ip Man ketika di-uppercut oleh Mike Tyson.

Sebagai perbandingan, berikut adalah bentuk aktual WE X Suji Mini Roaster.

WE X Suji Mini Roaster dari website suji.co.id

Mencari Perbedaan. Setelah menculik sebentar keponakan yang masih usia Playgroup untuk diajak bermain “Mencari Perbedaan”, berikut daftar perbedaan antara Yang Chia 100N dan WE X Suji Mini Roaster (untuk selanjutnya disingkat menjadi WEXS) :

  • Carrying Handle (pegangan jinjing)
  • Heat Shield (pelindung panas, yang berwarna biru)
  • Sight Glass (kaca intip, hanya ada di WEXS)
  • Plat Label (pojok kiri bawah)
  • Tulisan “Coffee Roaster” vs lubang ventilasi di bodi samping

Di luar perbedaan itu, selebihnya bisa dibilang mirip, kalau tidak mau dibilang sama persis.

Buatan Indonesia? WEXS disebut sebagai Made In Indonesia, seperti terlihat dari kardus pembungkus dan plat labelnya. Lantas apa masalahnya? Jika benar WEXS dengan kualitas yang sebegitu bagusnya benar buatan Indonesia, kenapa menjiplak? Jika benar bisa membuat mesin sangrai mini dengan tingkat presisi sedemikian bagus, tentu akan lebih baik jika membuat desain sendiri sejak awal. Kepalang tanggung kan?

Yang mungkin terjadi adalah bodi dasar WEXS dibuat oleh pabrikan Taiwan (Yang Chia), dikirim ke Indonesia dalam jumlah banyak (karena harga USD736 atau IDR 10.4 juta hanya bisa diperoleh dengan minimum pembelian 10 unit), dimodifikasi sesuai list perbedaan di atas (yang menurut saya masih sangat bisa dilakukan di Indonesia secara ekonomis dengan tingkat presisi yang bisa diterima) dan selanjutnya di-resell dengan tulisan Made In Indonesia. Salahkah ini? Tentu tidak. Mobil TIMOR sudah duluan melakukan hal yang sama berpuluh-puluh tahun yang lalu. Ingat kan? Sedan buatan KIA (asal Korea) yang diklaim sebagai produk nasional itu? Saya hanya bisa berharap mudah-mudahan asumsi saya salah dan memang WEXS ini benar-benar dibuat di Indonesia meskipun jika benar demikian, masih disayangkan kenapa desainnya menjiplak.

Tingkat Kandungan Dalam Negeri. Tentu setelah itu muncul pertanyaan.. bagaimana legalitas menyebut suatu produk sebagai Made In Indonesia jika awalnya diproduksi di negara lain. Dari sini muncul lah istilah kandungan lokal atau TKDN. Menurut pemerintah, sebuah mobil bisa disebut mobil nasional jika memiliki kandungan lokal di atas 80%. Berhubung sepertinya WE X Suji Mini Roaster tidak tergolong sebagai mobil (ada yang sudah pernah coba mengendarai?), tentu angka 80% tidak bisa dijadikan patokan. Apakah angkanya sedikit berbeda? Apakah WE X Suji sudah memenuhi kriteria itu untuk bisa disebut sebagai “Made In Indonesia”?

Alternatif Sample Roaster. Terlepas dari benar atau tidak WE X Suji Mini Roaster dibuat di Indonesia, perlu disyukuri ada alternatif sample roaster yang lebih murah dari Probat atau VNT. Banderol 15 juta tentu lebih terjangkau dibandingkan harga kedua merk luar negeri tersebut, meskipun masih terlalu mahal juga untuk saya 😀 Sepertinya teman-teman di Jember bisa membuat sample roaster 100gr yang jauh lebih ekonomis dan tentunya benar-benar 100% buatan Indonesia.

Memodifikasi WE X Suji Mini Roaster. Sedikit melenceng dari judul.. tapi mumpung membahas WEXS, saya gatal membahas hal-hal yang bisa kita lakukan untuk membuatnya lebih baik. Setidaknya ada tiga hal yang bisa dimodifikasi dari WE X Suji yaitu menambahkan variable drum speed, adjustable air flow dan opsi off-grid sepenuhnya. Perlukah modifikasi ini? Tidak juga. Apalagi WE X Suji Mini Roaster menempatkan diri sebagai sample roaster, bukan profiling roaster. Variable Drum Speed, misalnya, hanya berguna jika kita sering berganti batch size, hal yang jarang dilakukan pada sample roaster. Terlepas dari itu, fitur Variable Drum Speed akan sangat mudah ditambahkan ke WE X Suji Mini Roaster terutama karena penggerak drum-nya adalah motor DC.

Airflow Control pada WE X Suji Mini Roaster

Adjustable Air Flow. Betul sudah ada kontrol air flow pada WE X Suji Mini Roaster seperti ditunjukkan pada gambar di atas tetapi hanya sebatas sistem valve alias katup sedangkan kipas airflownya sendiri masih dengan kecepatan yang konstan. Apa masalahnya? Sifat fisika udara yang kompresibel akan menjadikan perubahan airflow dengan sistem katup menjadi tidak linear. Posisi 50% katup terbuka tidak berarti airflow yang mengalir hanya 50% karena udara yang mengalir memampatkan diri sehingga aktual airflow yang mengalir masih cukup tinggi. Yang lebih baik adalah mengubah kecepatan putar kipas airflow itu sendiri. Serupa dengan motor drum, kipas airflow yang ditenagai arus DC akan memudahkan proses modifikasinya.

Off-grid Roaster. Off-grid adalah kemampuan untuk terpisah sepenuhnya dari infrastruktur pendukung seperti listrik PLN. Sifat WE X Suji Mini Roaster yang portable akan lebih baik lagi jika bisa dioperasikan tanpa terhubung ke listrik PLN. Siapa tahu mau menyangrai di tengah kebun kopi? Dalam bayangan saya, bisa dibuatkan semacam koper terpisah yang berisi tabung gas mini dan aki kering ukuran penggunaan sepeda motor. Mungkin kah ini? Mungkin sekali! Apalagi mengingat bahwa motor kipas dan drum pada WE X Suji Mini Roaster, sekali lagi, adalah motor DC. Konsepnya kurang-lebih seperti ini:

Jadi bagaimana cara modifikasinya? Well, ada yang mau meminjamkan WE X Suji Mini Roaster untuk dibongkar? 😀